Selasa, 08 Juli 2014

Kisah saya dan hape rempong saya -_-

Baik, di sini saya akan memaparkan kenapa handphone saya susah banget dihubungi.
Berhubung kemarin hape lama saya rusak, jadi saya beli hape yang baru.
Nah, ini hape lama saya >>>
LCD-nya rusak parah. Hancur tak terkira -_-

Permasalahan tidak sampai di situ saja. Ternyata hape baru saya rempong banget. Maklum, harganya juga terbilang murah. hehe
ini dia wujud hape-nya >>>

Bentuknya mirip handy talky yang biasa dipake sama pak satpam. udah panjang, tebel pula. ada antenanya lho -_-
 Kemarin, pas pertama kali saya beli, saya melihat baterai hape saya ini tinggal dua "batang". Jadi saya charger-lah dia. Setelah sekitar satu jam saya charger, ternyata baterainya engga bertambah satu batang pun. Saya pikir saya kurang lama mengecasnya, atau mungkin charger-annya rusak, pikir saya. Trus saya berinisiatif buat mengecasnya sambil ditinggal tidur, dengan kondisi hape diaktifkan. Dan ketika sahur tadi, ternyata baterainya belum terisi juga. Malah yang tadinya dua 'batang" sekarang tinggal satu "batang". Lalu, dengan ditemani teman saya yang bernama Yoni, saya jumpailah abang-abang tukang hape-nya.
Trus terjadilah percakapan ini:

Saya : Bang, ini batre hape-nya kok ga terisi ya, padahal udah saya charger dari malam sampe bangun sahur tadi bang? kira-kira kenapa ya?

Si abang : Oh, itu hapenya memang gitu mas. nge-chargernya mesti dalam keadaan non-aktif.

Saya : Ooo.. berarti mesti dicharger berapa lama ya biar batrenya terisi penuh bang?

Si abang : Kemarin-kemarin kita pernah nyobain tipe hape yang sama, itu ngecasnya mesti seharian mas, dan dalam kondisi di non-aktifkan. Tapi kalo udah full bisa awet kok mas, sampe 3 harian.

Nah, jadi begitulah. -_-

Kamis, 03 Juli 2014

Ya, Sepak Bola...

     "Jika ada yang bertanya kepada saya, apakah saya menyukai sepak bola dan bagaimana rasanya, maka saya akan menjawab "Ya". Ya, saya sangat menyukai sepak bola. Bahkan jauh dari diadakan gelaran piala dunia tahun ini, saya sudah lebih dulu menyukainya. Mungkin orang lain juga begitu, bahkan lebih lama menyukainya ketimbang saya. Tapi, saya tidak peduli, yang penting saya menyukainya dan selalu menikmatinya. Apapunlah.
     Sebenarnya, yang membuat saya suka sepak bola adalah sepak bola itu sendiri. Bukan karena saya mengagumi salah satu klub sepak bola, ataupun salah satu pemain bintangnya. Bukan. Ketika suatu tim bermain dengan sangat bagus, maka saya akan mengatakan tim itu sangat bagus. Terserah apakah tim itu merupakan tim bintang ataupun bukan.
     Mungkin, bisa dibilang, saya menyukai sepak bola karena saya begitu menikmatinya. Mulai dari gol yang indah, permainan tim yang bagus, skill individu yang tinggi, sampai ke konflik dan kontroversi pada suatu pertandingan. Semuanya. Saya begitu menikmatinya. Menikmatinya ketika saya memainkannya, ataupun hanya menontonnya. It's oke walaupun saya juga merasa pengetahuan saya mengenai sepak bola belum ada apa-apanya, dan kemampuan saya bermain bola juga masih sangat biasa saja. Haha.. saya tidak peduli, yang penting saya begitu menikmatinya."
     Ya, mungkin seperti inilah apa yang ayah saya selalu pikirkan dan rasakan mengenai sepak bola. Hobinya mengenai sepak bola, masih ia salurkan hingga saat ini dengan menjadi pelatih tim sepak bola. Ya, karena saya sendiri juga dapat merasakan, bahwa ia begitu menikmatinya. Mungkin sulit diceritakan bagaimana saya tau ia menikmatinya. Yang pasti, ketika kamu ada di posisi saya, kamu pasti akan tau. Dia sangat menikmatinya :)