Selasa, 07 Januari 2014

entahlah, entah saya yang terlalu berlebihan menanggapi ini, atau mungkin, rasa objektif saya sedang kumat-kumatnya pada saat itu. entahlah. pastinya saya merasa sangat kesal dan sangat sangat tersinggung dengan ucapannya di saat itu.
mungkin banyak dari sebagian lain yang tidak terlalu memikirkan ini, karena mungkin mereka sudah terlalu menganggap dia salah satu sosok yang "wah". jadi mereka segan untuk berpikir buruk tentangnya. entah dalam hal apa lah itu. karena saya yakin, ketika orang lain yang berkata seperti itu, pasti orang lain itu akan dibenci. di benci oleh mereka (kami). kalo saya sih bodo amat, selama dia menyinggung perasaan saya, apapun jabatannya, siapapun dia, entah apalah dia, bagi saya di saat itu dia adalah orang yang menyinggung saya, dan mungkin saya bisa membencinya di saat itu (saja). baik ya baik, buruk ya buruk.

ketika semua yang ditanyanya menjawab "pernah" punya usaha sendiri, dia sempat terdiam, seperti termakan omongannya sendiri yang terlalu menyepelekan kami. oh betapa sok-nya anda. anda baru bertanya ke sebagian, coba anda tanya ke yang lain lagi, mungkin semua sudah pernah punya usaha sendiri dengan pendapatan yang lumayan. oh betapa sok-nya anda.
kalo saran saya sih, jangan sembarangan ngomong kalo angkatan ini "angkatan gagal".. mungkin anda pikir anda itu "orang yang paling berhasil" mungkin. ya mungkin. saya rasa pada saat itu kami hanya berisik sedikit di kelas, harusnya anda maklum, kami sudah mulai jenuh karena ada kuliah dari pagi. lagian kemarin itu anda yang membawa kami pada suasan yang bercanda kan? yah kami pikir anda sedang bercanda membahas fieldtrip itu, wajar kan kami tertawa?
menurut saya, yang harusnya mengayomi tidak sepantasnya ngomong seperti itu. mengatakan orang yang dididiknya sebagai orang yang gagal. seharusnya anda malu, karena anda juga salah satu orang di dalamnya. kegagalan yang anda sebut.

jujur, saya ga suka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar